Sabtu, 02 Juni 2018

Senpai Sholeh

Kamis sore itu seperti biasa pukul 5.30 adalah jadwal rutinku menjmput si bungsu Hisyam dari latihan bela diri. Tidak seperti biasanya, sudah jam 6 sore..bahkan azan maghrib mulai berkumandang latihan belum juga usai. Mungkin karena sebentar lagi akan ujian kenaikan tingkat. Aku masih menunggu dengan gelisah...tiba2 Hisyam muncul dari ruang latihan... Sambil berlari kecil ia berteriak menghampiriku...."bundaaaaa......." Sambil tersenyum aku pun menyambut kedatangannya.... "sudah selesai latihannya mas...?" Tanyaku pada si bungsu yg lebih senang di panggil dngan sebutan "mas" "Sebenarnya sih belum bun...tp yg masih kecil boleh pulang kata senpai..." jawab Hisyam tersengal. "Ooo...ya udah kalau begitu...pulang yuuk..dah maghrib nih" sahutku. "Bun..." ujar Hisyam sambil sibuk membuka ikatan sabuknya. Seperti ada hal penting yang ingin dikatakannya. "Iya mas..." jawabku seraya memperhatikan tangannya yg terus bergerak melepaskan lilitan sabuk putih di pinggang kecilnya. "Kalau Icam jadi senpai sudah besar nanti...icam stop latihan sebelum maghrib....!! Ujarnya penuh semangat...dengan tak lupa menegakkan jari telunjuknya tepat di depan wajahnya....kode untk kesungguhan ucapannya. "trus icam ajak orang2 yang latihan pergi ke masjid...!! lanjutnya seraya menunjuk masjid yang ada didekat lokasi latihan. Masya Allah...!! Sungguh aku tak menyangka kalimat itu yang mengalir dari lisan mungilnya...pria kecil 8 th ini terlihat begitu dewasa dengan ucapannya yg mantap. ..its amazing words...!! Tak sia-sia rasanya aku mencekokinya dngan kalimat-kalimat positif di setiap perbincangan kami di atas sepeda motor. Maklum...sebagai "ojek pribadi" akulah yg bertugas untk urusan antar jemput anak2 atau pun mengantar ke tempat les. Khususnya si bungsu Hisyam ini seringkali ikut denganku ke mana pun aku berkegiatan. Maka gak heran jika ada banyak topik yg kami perbincangkan sepanjang perjalanan. Tentang sampah yg berserakan di pinggir jalan, tentang pak polisi yg sedng mengatur lalu lintas, tentang pentingnya bangun pagi dan seterusnya. Salah satu topik favorit adalah tentang cita-cita. Dan selalu aku menyelipkan diakhir topik tsb.." jadi apa pun mas Icam nanti...mas tetap harus jadi anak sholeh...!!..kalau icam jadi polisi, jadilah polisi yg soleh...yg rajin sholat tepat waktu..rajin ngaji...rajin sedekah...begitu pun kalau icam jadi dokter..jadilah dokter yg soleh....." ujar ku suatu hari. "Ini bun bajunya..." mas Icam menyerahkan seragam latihannya padaku. Lalu naik di boncengan sepeda motor. "Yaa...semoga kelak mas icam jadi senpai yang sholeh ya..." ujarku penuh haru menutup perbincangan kami. "Amiiin..." jawab Hisyam penuh semangat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar